banner image

Jejak Perjalanan Meraih Beasiswa Unggulan



Salam Generasi Unggul! #SahabatSekundang

Konten #JejakPerjalanan kali ini, saya mau membahas tentang lika-liku yang telah saya lalui untuk meraih Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Semoga konten ini dapat memberikan motivasi kepada sahabat semua dalam meraih beasiswa pendidikan. Selamat membaca!


Awal Mula
#JejakPerjalanan ini bermula dari kegalauan saya dalam arah langkah yang akan diambil setelah kelulusan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Sewaktu itu, hari-hari terasa sedikit berat karena keputusan yang diambil harus benar-benar tepat agar tidak menyesal di kemudian hari. Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya pilihan saya jatuh kepada Program Studi Teknik Sipil Universitas Bengkulu.
Walaupun saya sudah berhasil lulus sebagai Mahasiswa Universitas Bengkulu, saya juga sempat ikut mendaftar salah satu kampus ikatan dinas tersohor di Indonesia namun hasilnya gagal. Salah satu alasan yang menjadi faktor bagi saya untuk mendaftar adalah karena saya ingin meringankan beban orang tua dalam hal biaya pendidikan. Walaupun kata “terbebani” itu tidak pernah terucap dari bibir mereka, akan tetapi sudah menjadi harapan besar saya untuk tidak memberatkan mereka dalam hal pendidikan ini.
 Setelah kegagalan dalam seleksi, saya mencoba untuk mencari cara lain agar harapan besar saya ini tidak hanya menjadi sekadar harapan belaka. Saya mencoba mencari beasiswa-beasiswa lainnya. Tanpa sengaja ketika saya menjelajah di Instagram, saya melihat unggahan salah satu teman saya berupa poster yang berisikan Program Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam poster tersebut tertulis bahwa beasiswa ini menanggung biaya kuliah, biaya hidup, dan biaya buku. Tak pernah terlintas sedikitpun dalam pikiran saya tentang berapa besaran biaya yang diberikan oleh program tersebut, namun yang pastinya saya merasa ini sangat cukup untuk mencapai harapan besar saya itu.
Perjalanan Baru Saja Dimulai
Berawal dari Instagram, akhirnya saya menjelajah di situs internet. Saya mulai mengetikkan “Beasiswa Unggulan” dalam mesin pencarian saya dan ya saya menemukannya. Saya mulai membaca syarat dan ketentuan dalam mencapatkan beasiswa tersebut dan saya pun mulai memenuhi persyaratan demi persyaratan yang telah ditentukan mulai dari esai, proposal, piagam lomba, surat rekomendasi, dan lain-lain.
Batas akhir pengunggahan dokumen pun telah tiba, dan saya telah melengkapi semua persyaratan dalam pengunggahan dokumen tersebut. Tentu dengan diiringi rasa cemas dan optimis yang bercampur aduk, saya ucapkan Bismillahirrahmanirrahmin, akhirnya saya klik tombol unggah yang tertera pada situs tersebut.
“Semoga Tuhan meridhai.”
kira-kira itulah yang ada di dalam hati kecil saya waktu itu.
Setelah beberapa minggu kemudian, saya mendapatkan notifikasi berupa surel dari salah satu badan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan bahwa saya lulus seleksi berkas dan diundang untuk melakukan seleksi wawancara di Kota Padang. Seleksi berkas ini adalah seleksi pertama dalam program tersebut, walaupun begitu tentu dengan hati yang gembira saya ucapkan rasa syukur yang teramat dalam kepada Tuhan yang Maha Esa.

Seleksi Wawancara
        Saya diundang oleh tim selektor Beasiswa Unggulan untuk melaksanakan seleksi wawancara di Kota Padang. Saya berangkat kesana menggunakan mobil travel bersama teman-teman seperjuangan saya. Perjalanan dari Kota Bengkulu ke Kota Padang memakan waktu kurang lebih 16 jam perjalanan dengan medan jalan yang cukup berliku. Tentunya perjalanan merupakan perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan. Akan tetapi ini semua bukanlah masalah, karena kami datang kesana dengan membawa mimpi yang besar, tentu kami tidak ingin perjalanan ini menjadi sia-sia.
        Setelah tiba, aku dan temanku, Margo namanya, menginap di indekos milik rekan kami yang tinggal di Kota Padang. Indekos miliknya dekat dengan lokasi dimana kami akan menjalani seleksi wawancara.
        Tiba harinya, kami melaksanakan seleksi kedua, yaitu seleksi wawancara. Kalau dibilang gugup, tentu saja saya gugup karena ini adalah pengalaman saya menjalaninya. Ada banyak macam pertanyaan yang dilempar oleh pewawancara kepada saya, mulai dari identitas; latar belakang keluarga; alasan kita mendaftar; kelebihan dan kekurangan diri sendiri; hingga prestasi akademik apa saja yang pernah diraih. Alhamdulillah, saya bisa mengatasi kegugupan saya dan berhasil menjawab pertanyaan dengan tenang.

Sedikit Drama Berliku
        Beberapa minggu dari seleksi tersebut, saya mendapati kabar bahwa beberapa teman seperjuangan saya telah mendapat notifikasi kelulusannya. Tentu dengan hati yang harap-harap cemas saya buka profil pendaftaran saya di situs Beasiswa Unggulan, akan tetapi ternyata statusnya belum ada pengumuman. Terlintas di hati,
“Mengapa teman saya sudah mendapatkan pengumuman kelulusan sedangkan saya belum? Atau jangan-jangan saya tidak lulus ya?”
Setelah ditelusuri, ternyata pengumuman itu untuk pendaftar yang mendaftar melalui jalur Daerah 3T. Sedangkan saya mendaftar melalui jalur Masyarakat Berprestasi.
“Ah syukurlah, Ya Tuhan!”

        Tidak berselang lama, dalam beberapa minggu, Beasiswa Unggulan untuk jalur Masyarakat Berprestasi diumumkan. Segera saja, saya langsung cek surel dan cek laman situs dari beasiswa tersebut, akan tetapi saya langsung mendadak kecewa setelah melihat status pada pengumumannya.
“ANDA DINYATAKAN TIDAK LULUS”

Saya pun langsung menghubungi teman-teman seperjuangan saya, ternyata mereka pun juga dinyatakan tidak lulus seleksi tersebut. Tak ada kata lagi yang bisa terucap, hanya hati yang selalu berdoa,
“Semoga ini adalah kesalahan, semoga ini adalah kesalahan, semoga ini adalah kesalahan, Ya Tuhan!”
        Tak ada angin, tak ada hujan, doa saya terkabul. Panitia seleksinya memberi klarifikasi bahwa itu adalah pengumuman awal untuk beberapa orang pertama, nanti akan ada pengumuman lanjutan untuk sisa kuota yang diperlukan dalam penganggaran dananya. Hingga pada pengumuman selanjutnya, bisa kalian tebak sendiri bagaimana hasilnya.

YA SAYA LULUS SELEKSI!

        Saya pun mendapatkan surel undangan dari panitia untuk melakukan penandatanganan kontrak yang akan dilaksanakan di Kota Medan, Sumatera Utara. Cukup banyak perjalanan ya untuk dapat menandatangani kontrak beasiswa ini. Bayangkan saja, demi mencapai titik yang dirasakan seperti saat ini, kami sebagai pendaftar harus melakukan perjalanan dari Kota Bengkulu ke Kota Padang, kemudian tanda tangan kontraknya pun di Kota Medan.
Untuk tiba di Kota Medan, kami yang berasal dari Kota Bengkulu hanya memiliki dua pilihan transportasi. Pilihan pertama adalah transportasi udara, dikarenakan bandara di tempat saya hanyalah bandara kecil yang tidak melayani penerbangan langsung ke Medan, tentu tarifnya relatif mahal karena harus melakukan penerbangan ke Jakarta terlebih dahulu. Pilihan kedua adalah transportasi darat, walaupun relatif lebih murah, tapi memakan waktu yang cukup lama sekitar 2-3 hari perjalanan.
Kami sebagai pendaftar, melakukan pendaftaran beasiswa ini untuk meringankan keuangan orang tua. Namun harus banyak mengeluarkan uang untuk melakukan perjalanan yang jauh. Bayangkan saja jika ada pendaftar yang berasal dari golongan kurang mampu, dan mereka harus melakukan perjalanan ini semua? Bisa saja batal niat mereka untuk mendaftar. Inilah yang sempat kami kritik kepada panitia pelaksananya. Kami menyampaikan saran bagaimana kalau seleksi wawancara dan tanda tangan kontrak dapat dilakukan di daerah sendiri atau jika memang tidak memungkinkan, laksanakan saja di provinsi terdekat. Akhirnya, saran ini didengar dan mulai pada tahun 2019, mereka melaksanakan seleksi dan tanda tangan kontrak di daerah masing-masing pendaftar atau provinsi terdekat dari pendaftar.
Penandatanganan Kontrak
        Baiklah, kita lanjut ke cerita utama, seperti yang dikatakan sebelumnya, kami harus melakukan penandatanganan kontrak di Kota Medan. Sejujurnya, saya sangat senang dapat melakukan perjalanan ini. Saya adalah orang yang suka untuk jalan-jalan, bahkan mimpi besar lainnya adalah keliling Indonesia. Dalam perjalanan ke Kota Medan, saya memilih untuk transportasi udara, karena pada saat itu saya sedang melaksanakan praktikum salah satu matakuliah di Teknik Sipil sehingga tidak bisa menghabiskan waktu yang banyak di perjalanan. Saya berangkat dengan rekan satu angkatan saya di Teknik Sipil, Rizki Karunia Nya. Disamping itu, ternyata saya juga berada dalam satu keberangkatan yang sama dengan rekan seperjuangan saya sebelumnya yang bernama Margo.
        Setiba di Kota Medan, kami menginap di penginapan milik BP-PAUD Kota Medan, karena lokasi acaranya juga dilaksanakan disana. Hanya membayar Rp. 50.000/orang kami dapat beristirahat, ya setidaknya dapat melemaskan otot-otot kaki yang sudah sedikit pegal. Saya tidak berekspetasi banyak dari penginapan ini, tapi ternyata fasilitas yang disediakan lebih tinggi dari ekspetasi saya, ya lumayan. Kamarnya tersedia pendingin ruangan, televisi, kasur double bed, kamar mandi, lemari, dan meja. Tentunya, saya disini satu kamar dengan rekan saya, Margo.
        Hari Penandatanganan pun telah tiba, disini kami diberi pembekalan terlebih dahulu mengenai Beasiswa Unggulan, mulai dari aturan apa saja yang harus ditaati hingga peran apa saja mereka harapkan kepada kami sebagai penerima beasiswa ini. Disini juga kami dapat menanyakan apa saja yang masih belum dipahami dari poin-poin yang tertera dalam kontrak.
        Pada saat saya membaca kontrak beasiswa milik saya, saya melihat besaran beasiswa yang akan saya terima, ternyata besarannya jauh lebih tinggi dari apa yang telah saya buat dalam proposal, ini jauh lebih tinggi dari apa yang saya ekspetasikan. Pokoknya, saya bisa jamin, selagi kalian mampu mengatur kehidupan keuangan kalian, beasiswa ini jauh lebih cukup dari apa yang kalian butuhkan. Pertanggungjawabannya juga tidak terlalu berat, kalian hanya perlu unggah bukti pembayaran Uang Kuliah Tunggal yang seusai dengan besaran yang kalian miliki dan bukti Kartu Hasil Studi dengan Indeks Prestasi minimal 2,75. Untuk yang lebih lengkap nanti akan saya buatkan unggahan blog khusus untuk membahas tentang Beasiswa Unggulan dan juga tak lupa Tips dan Trik dalam menghadapi seleksinya di konten #TipsDanTrik yang akan datang.
        Kembali ke cerita utama, setelah membaca isi kontrak keseluruhan dengan seksama, kontrak ini saya tanda tangani dengan mengucapkan   Bismillahirrahmanirrahim, tentunya dengan harapan semoga saya dapat amanah dalam menggunakan beasiswa ini untuk kepentingan dunia perkuliahan yang akan saya jalani.
        Demikianlah #JejakPerjalan kali ini yang saya buat dengan mengangkat kisah tentang perjalanan saya dalam meraih Program Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Saat ini, Alhamdulillah, saya masih dapat menjaga amanah ini dalam perjalanan dunia perkuliahan saya, saat ini saya sudah memasuki semester 5 sehingga masih ada kurang lebih 3 semester lagi untuk mengemban amanah ini, semoga saya mampu untuk tetap terus amanah. Aamiin Ya Robbal Alamiin.
        Saya sangat berharap, kalian semua yang telah membaca konten #JejakPerjalanan ini dapat termotivasi untuk mendaftar Program Beasiswa Unggulan ini. Untuk kalian yang benar-benar ingin mendaftar, saya doakan agar kita dapat mengemban amanah yang sama, mengemban amanah pemerintah agar kita dapat menuntut ilmu lebih giat lagi. Terima Kasih, sampai jumpa di konten-konten lainnya yang pastinya tetap di Koper Sekundang!

CATATAN
Untuk persyaratan, tips, dan juga trik nanti saya akan berbagi melalui konten blog selanjutnya di Koper Sekundang.
Bagi kalian yang ingin bertanya seputar Program Beasiswa Unggulan, kalian boleh menghubungi saya melalui kontak berikut:

Instagram: daffat_p

Jejak Perjalanan Meraih Beasiswa Unggulan Jejak Perjalanan Meraih Beasiswa Unggulan Reviewed by Muhamad Daffa Tisyahri Putra on June 21, 2020 Rating: 5

No comments:

Mohon Berikan Kritik, Saran, dan Komentar dengan Bijak Tanpa Menggunakan Kata Kasar dan Tanpa Isu Sara

Powered by Blogger.