Salam, #SahabatSekundang!
![]() |
| Pulau Weh di Aceh Sumber: Pegipegi |
Pueng tu Pagi sahabatku sekalian! Saya
yakin sekali bahwa sahabat sekalian pasti sudah pernah mendengar nama Pulau Weh
Sabang yang menjadi titik nol kilometer Indonesia; Pulau Nusa Penida di Bali
yang menjadi primadona karena keindahan alamnya; atau mungkin Pulau Tarakan
yang terkenal dengan sejarahnya dalam kemerdekaan Indonesia, Tentu nama-nama
itu tidak asing lagi di telinga kita, bukan? Berbicara tentang pulau-pulau di
suatu negara kepulauan terbesar di dunia
ini memang tidak akan pernah ada habisnya ya. Bayangkan saja, ada sekitar
kurang lebih 17 ribu pulau yang tersebar di negara ini. Namun untuk kalian
ketahui, ada satu pulau yang menurut saya tak kalah indah dari pulau-pulau
lainnya di Indonesia, yaitu Pulau Enggano.
![]() |
| Pulau Enggano Sumber: Fimela |
“Pulau
Enggano? Dimana?” Mungkin itu yang terbesit di pikiran sahabat sekalian ketika
mendengar namanya. Ternyata banyak dari masyarakat Indonesia tidak tahu
keberadaan pulau tersebut. Sedikit bercerita nih, kemarin ada salah satu akun
media sosial Instagram membuat polling menggunakan fitur yang disediakan
oleh pihak Instagram. Polling tersebut disiarkan melalui fitur Instastory
milik akun tersebut. Dalam polling tersebut disediakan foto komunitas etnik
lengkap dengan pakaian adatnya, kemudian dalam Instastory tersebut
disediakan pertanyaan yang berbunyi “Dimanakah letak Pulau Enggano?” dengan dua
pilihan jawaban yaitu NTT dan Bengkulu. Ketika poilling ditutup, didapati
hasilnya 64% pemilih memilih NTT dan sisanya memilih Bengkulu. Jawaban yang
benar adalah Bengkulu ya sahabat sekalian. Ketidaktahuan ini saya maklumi ya
karena memang susah untuk menghapal semua nama pulau di Indonesia beserta
dengan letak geografisnya. Ini menjadi tugas saya sebagai masyarakat beserta
Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk lebih menggaungkan lagi nama Pulau Enggano
ke dunia Nasional maupun Internasional.
Pulau
Enggano secara geografis berada di Samudera Hindia yang tepatnya berada di sebelah
barat dari Kabupaten Kaur di Provinsi Bengkulu, namun secara administratif
Pulau Enggano berada dalam naungan Kabupaten Bengkulu Utara di Provinsi
Bengkulu. Pulau ini secara historik, dijadikan tempat penyimpanan persediaan
perang oleh penjajah, bahkan terdapat pillbox atau bunker milik Jepang
didalamnya. Namun setelah masa kemerdekaan, pulau ini mulai tidak diperhatikan
oleh orang-orang bahkan peninggalan sejarah didalamnya sudah banyak yang rusak
serta menjadikan pulau ini mengalami keterisolasian.
Pulau
ini merupakan pulau yang berpenghuni. Banyak suku-suku asli Pulau Enggano yang masih
bertahan dan tinggal didalamnya. Keterisolasian membuat pembangunan di Pulau
ini masih tergolong lamban, padahal pulau ini sangat menjanjikan untuk
membangkitkan perekenonomian Bengkulu melalui keindahan alamnya. Keindahan alam
bak di surga yang masih alami, belum ada campur tangan manusia yang merusak
keindahan alam itu. Di sisi lain, warga Enggano tentu menginginkan perlakuan
yang sama seperti yang didapatkan oleh daerah-daerah lain di Provinsi Bengkulu,
ya mereka menginginkan “Pemerataan Pembangunan”.
![]() |
| Dermaga Malakoni Sumber: Beritagar.id |
Seiring
dengan perkembangan zaman, setelah mengarungi terowongan gelap nan panjang, pulau
ini mulai mendapatkan titik terangnya. Perkembangan Bengkulu yang semakin hari
semakin pesat memberikan efek yang luar biasa pula pada pulau ini. Efek pertama
yang dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat Enggano adalah terhubungnya mereka
dengan Kota Bengkulu melalui pelabuhan. Pemerintah Bengkulu menyediakan dua
pelabuhan untuk Pulau Enggano yakni Pelabuhan Kahyapu dan Pelabuhan Malakoni
dengan kapal feri perintis yang digunakan untuk mengangkut barang maupun
manusia dari Kota Bengkulu ke Enggano maupun sebaliknya. Jadi yang pada dahulunya
hasil pertanian mereka hanya berputar di sekitar pulau Enggano saja namun saat
ini mereka dapat menjualnya ke Kota Bengkulu maupun ke Jakarta sekalipun.
![]() |
| Bandara Enggano Sumber: DJKN Kemenkeu |
Tidak
hanya sebatas pelabuhan saja sahabatku, Provinsi Bengkulu semakin menunjukkan diri
bahwa mereka benar-benar hadir untuk seluruh wilayah perbatasannya dengan cara
membangun Bandar Udara (Bandara) Perintis di pulau tersebut. Bandara yang
terletak di Kecamatan Banjar Sari tersebut menghubungkan pulau Enggano dengan bandara
Fatmawati Sukarno yang berada di Kota Bengkulu. Bandara tersebut melayani
penerbangan perintis dari Enggano ke Bengkulu maupun sebaliknya untuk
mempermudah masyarakat yang ingin merasakan langsung keindahan alam di tanah
surga tersebut. Jadi sahabat sekalian tidak perlu bingung lagi untuk memikirkan
akses ke pulau tersebut. Semakin banyak wisatawan yang berkunjung tentunya akan
memberikan dampak yang baik pula bagi Bengkulu maupun bagi Enggano khususnya.
Transportasi
Enggano kini terus ditingkatkan dan diperbaiki kualitasnya oleh Provinsi
Bengkulu. Mulai dari jalan yang menghubungkan setiap wilayahnya di Enggano
hingga rencana peningkatan pelabuhan Enggano yang nantinya dapat menampung
wisatawan-wisatawan yang hendak berkunjung ke Enggano. Harapannya pembangunan
ini terus dilanjutkan hingga pada akhirnya pembatas aksesibilitas yang selama
ini “mengurung” Enggano dari dunia luar menjadi sirna. Konektivitas menjadi
kunci dalam pemerataan pembangunan di Enggano, ya inilah yang sebenarnya diharapkan
oleh Enggano, Pulau Surga di Perbatasan Samudera, diperlakukan menjadi warga Provinsi
Bengkulu sepenuhnya yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Gambar Dermaga Malakoni:
Gambar Bandara Enggano:
@kemenhub151
Penulis :
Muhamad Daffa Tisyahri Putra
Instagram :
mdaffatputra
daffat_p
Enggano: Harapan Pulau Surga di Perbatasan Samudera
Reviewed by Muhamad Daffa Tisyahri Putra
on
October 30, 2019
Rating:
Reviewed by Muhamad Daffa Tisyahri Putra
on
October 30, 2019
Rating:




No comments:
Mohon Berikan Kritik, Saran, dan Komentar dengan Bijak Tanpa Menggunakan Kata Kasar dan Tanpa Isu Sara